Made Karyo RT.3/VIII Ds.Made-Lamongan

BERGERAK TANPA PENGGERAK DI KAMPUNG DELAPAN DEWA


Memiliki sebuah kampung yang bersih, indah dan rupawan ( Kampung Biru) merupakan impian dari banyak orang, apalagi kondisi saat ini mulai di tengarai banyak lingkungan sudah mengalami degradasi. Oleh karena itu banyak daerah saat ini dalam melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan, yang maksudnya mencapai tujuan yang ingin dicapai kedepan bahwa pelaksanaan pembangunan tidak harus merusak lingkungan.

Kita harus merubah suasana

Banyak di pelosok pelosok desa dan perkampungan saat ini yang mulai sadar menata lingkungannya menjadi bersih dan indah, yang pelaksanaannya dilakukan secara gotong royong sebagai perwujudan kebudayaan bangsa Indonesia.

Ciptakan keindahan dan lestarikan budaya bangsa (gotong royong)

Ada istilah baru di Kampung Delapan Dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan  yang muncul ” BERGERAK TANPA PENGGERAK ” arti dan makna kata itu adalah saat ini mulai berkembang dan tumbuh di antara warga baik ibu ibu maupun bapak bapak, meskipun belum melibatkan keseluruhan warga tetapi merupakan fenomena baru yang patut diacungi jempol👍👍👍, di kembangkan dan di dukung semua warga. Warga bergerak di lingkungan tanpa penggerak.

Fenomena warga bergerak tanpa penggerak

Sehabis penjurian LGC ada beberapa warga tetap beraktivitas di lingkungan meskipun tanpa ada komando untuk kerja bakti bersama di lingkungan. Apakah ini merupakan tanda bahwa warga mulai sadar lingkungan…? atau kah warga sudah peduli dengan kebersihan dan keindahan di kampung nya…? perjalanan waktulah yang akan membuktikan.

Meskipun di malam hari tetap bergerak

Kampung Delapan Dewa yang jelas mempunyai tujuan jangka panjang yaitu Mewujudkan Sebuah Kampung yang Bersih, Indah dan Rupawan sebagai Tempat Hunian Warga yang Nyaman. Dengan perkembangan suasana baru di kampung yaitu warga bergerak tanpa penggerak semoga impian yang diidamkan oleh semua warga segera bisa terwujud dengan semakin cepat tercapai, harapan lain tentunya semakin tumbuh kesadaran warga terhadap suasana dan kondisi lingkungan di Kampung Delapan Dewa.

TETAP BERGERAK DAN BERAKTIVITAS DI LINGKUNGAN

Iklan

TAMU DI MALAM MINGGU DI KAMPUNG DELAPAN DEWA

Di Kampung Delapan Dewa sudah menjadi kebiasaan cangkruk ngobrol sesekali diskusi tentang program lingkungan di malam hari. Kadang berbicara tentang lingkungan yang perlu dibenahi, masalah Bank Sampah dll.

Tiada bosan bosannya masalah lingkungan jadi bahasan, betulkah ini menunjukkan bahwa warga di RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan sudah sadar lingkungan, sudah mencintai lingkungannya dan sudah ada kepedulian sama lingkungannya atau bentuk ekspresi lainnya terhadap lingkungan kampungnya, yang jelas semua nampak ada manfaatnya di kehidupan warga sehari hari.

Keguyuban, kerukunan dan kebersamaan warga tetap masih terbina dan terjadi di Kampung Delapan Dewa ini, ada memang yang merasa dan beranggapan bahwa guyup, rukun dan kebersamaan warga sudah sirnah😅😅😅tapi itu tidak terbukti di lingkungan baik itu di ibu ibu maupun bapak bapak.

Apresiasi dari pihak ketiga masih banyak yang masuk di Kampung Delapan Dewa, kami di rasakan masih mempunyai semangat yang cukup tinggi, memang sulit membina keguyuban, kerukunan dan kebersamaan di lingkungan itu apalagi harus melibatkan semua warga yang mempunyai kepentingan juga banyak, di Kampung Delapan Dewa sudah ada yang namanya para ” Relawan ” meliputi ibu ibu dan bapak bapak nya.

Relawan ini yang bertindak sebagai motivator warga di lingkungan. Pada hari Sabtu 28 Oktober 2017 saat para relawan bermalam minggu di pos VII-XII datang seseorang yang dulu pernah tinggal di Kampung Delapan Dewa dengan seorang Ketua RT dan wakilnya dari RT.07 RW.02 Desa Keputran Kecamatan Deket.

Dalam obrolan malam itu tamu yang datang dari Desa Keputran Kecamatan Deket bermaksud melihat Kampung Delapan Dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made, dia sebagai RT perintis dan di bulan September kemarin telah dilakukan penjurian LGC, minggu ini mendapatkan surat pemberitahuan bahwa pada tanggal 1 Nopember 2017 akan mendapat penjurian tahap II.

Dalam rangka untuk mendapatkan wawasan mengenai lingkungan dan Bank Sampah, dia sempatkan bermain ke kampung delapan dewa barangkali terdapat sesuatu yang bermanfaat dan bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk memperbaiki di lingkungan nya dari hasil penjurian tahap I.

Obrolan berjalan lancar dan penuh keakraban, kami melihat Pak RT dan wakilnya nampak betul sebagai seseorang pemuka di lingkungan yang memiliki semangat dan pandangan kedepan lebih baik untuk lingkungannya.

SEMOGA KUNJUNGAN SINGKAT DI MALAM MINGGU DI KAMPUNG DELAPAN DEWA ADA MANFAATNYA DAN KAMI SELALU SIAP MEMBANTU SESUAI KEMAMPUHAN BILA DIPERLUKAN.

KAMPUNG DELAPAN DEWA RT.03 RW.08 MADE KARYO DESA MADE KECAMATAN LAMONGAN DUKUNG PERSIAPAN PENILAIAN ADIPURA DI LAMONGAN TAHUN 2017

Penjurian Lamongan Green and Clean (LGC) di Kampung Delapan Dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan telah berlalu (14 Oktober 2017), saat ini tinggal menunggu penjurian tahap II sebagai bentuk ferifikasi apakah di suatu lingkungan yang sudah selesai penjuriannya kondisinya berubah atau tidak.

Kami sudah hafal betul sistem penjurian LGC, setelah penjurian ke I  di kampung delapan dewa dilanjutkan sosialisasi kepada semua warga agar tetap menjaga lingkungan, namun mesti sudah seperti itu masih saja ada yang salah dan kurang di lingkungan, terkait dengan adanya kekurangan tersebut sebagaimana minggu minggu ini warga kampung delapan dewa masih tetap menggeliat dan beraktivitas di lingkungan meskipun penjurian LGC sudah selesai, untuk membenahi kekurangan yang ada dan menindak lanjuti saran Tim Juri. Warga menambah jenis bunga dan memperbaiki sudut sudut kampung yang masih perlu ditingkatan.

Bunga disamping berasal dari tandon/bunga cadangan yang ada di kebun juga sebagian membeli dan minggu ini sumber dana dari swadaya ibu ibu.

Saat warga (bapak2) membenahi sudut sudut kampung minggu ini.

Dilakukan bersama ibu ibu diberbagai sudut kampung

Warga kampung delapan dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan minggu ini semakin semangat beraktivitas di lingkungan setelah mendengar saat ini Kabupaten Lamongan mempersiapkan diri menghadapi penilaian dari Tim Adipura (Oktober-Nopember). Sebagaimana kebiasaan di kampung delapan dewa setiap bapak bapak bekerja di lingkungan yang namanya minuman dan makanan ringan datang dengan sendirinya menambah semangat.

Pada saat ada penilaian Adipura, kampung kami sebagaimana tahun sebelumnya senantiasa dijadwalkan sebagai titik pantau Tim dan kami selalu siap dan berbenah, semoga kesiapan warga kampung delapan dewa merupakan salah satu bentuk dukungan kami kepada pemerintah daerah.

Tim Adipura di kampung delapan dewa tahun sebelumnya

SEMOGA KABUPATEN LAMONGAN MERAIH PENGHARGAAN ADIPURA KEMBALI DAN KAMI SELALU MENDUKUNGMU.

NASI BORAN ” DELAPAN DEWA ” MAK NYUS RASANYA DAN PAS DI LIDAH


Di Lamongan nasi boran atau nasi boranan adalah makanan khas yang banyak dijual di segala penjuru kota. Di katakan khas karena merupakan asli dari Lamongan dan sehari hari banyak masyarakat yang menyukainya.

Andi Sunarto dan Kusminingsih istrinya adalah salah satu warga Kampung Delapan Dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan yang suka memasak serta terkenal di kampung…sedap dan enak kalau memasak. Saat ini setelah memasuki masa purna tugas di sebuah bank dia mencoba berjualan nasi boran di jalan Made Karyo sebelah selatan atau di pertigaan jalan Made Karyo dan jalan Made Kidul.

Bakat memasak yang tidak diragukan lagi, begitu membuka usaha berjualan nasi boran pelanggannya sudah cukup banyak dan semakin hari semakin bertambah. Nampaknya rasa dan sedapnya masakan nasi boran yang di jual cocok dan pas di lidah para pembelinya.

Dari hasil ngobrol bersama warga kampung delapan dewa dan melihat semakin banyaknya pembeli ada keinginan untuk memberi nama lapaknya yang sederhana. Dari banyak masukan dan usulan warga terkait nama lapak dipilihlah nama kampung dimana Pak Andi Sunarto tinggal bersama istri dan anaknya. Warung atau lapaknya di beri nama Nasi Boran ” KAMPUNG DELAPAN DEWA ” Bu Andik Made Karyo.

Nasi boran yang buka mulai pukul 05.30 pada pukul 07.30 sudah habis terjual, paling siang pada pukul 08.00 sudah diberesi warung atau lapaknya. Monggo para warga yang pecandu nasi boran Lamongan di coba Nasi Boran KAMPUNG DELAPAN DEWA Bu Andik di jamin memuaskan.

KAMI WARGA KAMPUNG DELAPAN DEWA BERDOA SEMOGA  ” NASI BORAN DELAPAN DEWA ” SUKSES DAN DIMINATI PARA PEMBELI.

PENJURIAN LAMONGAN GREEN AND CLEAN (LGC) DI KAMPUNG DELAPAN DEWA RT.03 RW.08 MADE KARYO DESA MADE KECAMATAN LAMONGAN

Sabtu, 14 Oktober 2017, jam tepat panas terik pukul 12.00 wib datanglah yang di tunggu-tunggu Tim Juri LGC RT Kencana di Kampung Delapan Dewa. Tim terdiri dari tim itu sendiri, dari LH, Bu Camat dan perangkat Desa Made. Warga RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan sudah menunggu sejak pagi hari dengan penuh semangat dan penuh antusias sebagai wujud kami mendukung Program LGC di Lamongan.

Gayung pun bersambut Tim Juri dan rombongan pun memberi semangat, suasana menjadi meriah meskipun suasana panas seakan tidak dirasa.

Suasana semakin gayeng dan penuh keakraban ketika Bu Camat menunjukkan kepiawaiannya bernyanyi ” Suket Teki ” bersama warga yang ikut serta bergoyang.

Pada penjurian kali ini Kampung Delapan Dewa mengikutsertakan para pemuda sebagai generasi penerus di kampung agar lebih mencintai lingkungannya, dan diharapkan bisa melanjutkan mimpi semua warga yaitu ” Mewujudkan sebuah Kampung yang Bersih, Indah dan Rupawan sebagai tempat Hunian Warga yang Nyaman “.

Tim Juri melaksanakan penjurian dengan seksama dan penuh keakraban, sehingga terjalin keakraban dengan semua warga, apa lagi ada juri yang sudah pernah datang di Kampung Delapan Dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan lebih dari satu kali.

Ucapan selamat datang disampaikan oleh kader lingkungan, juga ucapan terima kasih serta mohon masukan terhadap upaya peningkatan di kampung ini.

Kami warga Kampung Delapan Dewa yang sudah mencapai katagori RT Kencana tetap mendukung Program LGC karena kami mengakui bahwa LGC adalah pemicu perubahan gerakan warga di lingkungan dan merupakan satu bagian dari program pembangunan lingkungan Kabupaten Lamongan dan telah terbukti pula perannya dalam mendukung perolehan Adipura.

Kami warga Kampung Delapan Dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan tetap menggeliat di lingkungan dan akan tetap memberikan kontribusi terhadap keberhasilan Kabupaten Lamongan dalam pembangunan lingkungan.

SEMOGA SETIAP TAHUN KABUPATEN LAMONGAN TETAP MEMPEROLEH ADIPURA, DAN KAMI SEBAGAI RT KENCANA TETAP MENDUKUNG HAL ITU.

URBAN FARMING DI KAMPUNG DELAPAN DEWA METODE BOTOL PLASTIK

Dijaman sekarang ini khususnya kota kota besar banyak bermunculan masyarakat (kaum urban) yang mulai timbul kesadarannya untuk hidup sehat, minimal yang dilakukan mereka mulai menjadikan pekarangan rumah dan lahan tidak termanfaatkan dijadikan lahan pertanian, upaya merubah pertanian konvensional menjadi pertanian di perkotaan di sebut Urban Farming.

Dalam rangka untuk mencapai tujuan yang serupa dan guna mencukupi kebutuhan di dapur khususnya berupa sayuran, saat ini banyak di lakukan oleh warga di lingkungan RT, termasuk Kampung Delapan Dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan. Ada sebuah rumah yang belum ditempati oleh pemilik nya dan kebetulan memiliki lahan kosong yang cukup luas, dengan seijin pemiliknya ditempati sebagai tempat berkebun ala urban farming, ada terong, ada tomat, ada lombok dan lainnya. Dan betul hasilnya bermanfaat bagi warga.

Ada upaya warga kampung delapan dewa mengembangkan urban farming di lingkungan, tanaman di tanam disekitar rumah warga. Hasilnya belum memuaskan karena banyak di rusak tikus, tanaman diputus, daunnya dipotong dan ada pula yang mati. Ada informasi di salah satu lingkungan, warganya membibitkan sayuran hingga ratusan batang sayuran begitu disebarkan ke warga…habis karena tikus.

Daun di potong tikus

Di kampung delapan dewa mencoba dalam sekala kecil, sayuran di kembangkan di lingkungan, ada yang ditanam bertingkat, ada yang di tanah dan ada yang di dalam sebuah pot.

Kalau berhasil tentunya tanaman akan bagus dan memberikan manfaat bagi warga.

Untuk antisipasi serangan tikus, warga kampung delapan dewa mencoba memakai botol plastik yang dipotong dan disobek ditaruh di batang tanaman. Hasil sementara sudah hampir sebulan ini upaya warga nampaknya berhasil dan tanaman sayuran bisa dan berbunga serta satu dua tanaman mulai berbuah

Jika uji coba ini berhasil maka untuk bulan bulan kedepan tanaman sayuran atau hortikultura akan di kembangkan di rumah warga dan lingkungan RT 03 RW 08 Made Karyo.

URBAN FARMING DI KAMPUNG DELAPAN DEWA SEMOGA BISA DI KEMBANGKAN DI TAHUN MENDATANG DENGAN METODE BOTOL PLASTIK.

VISI KAMPUNG DELAPAN DEWA ” MEWUJUDKAN KAMPUNG SEBAGAI TEMPAT HUNIAN WARGA YANG NYAMAN “

Mimpi warga kampung delapan dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan adalah ” MEWUJUDKAN SEBUAH KAMPUNG SEBAGAI TEMPAT HUNIAN WARGA YANG NYAMAN “. Nyaman dalam arti yang luas bisa berarti hijau, bersih dan sehat bisa bersih, indah dan rupawan serta arti lain yang mempunyai makna yang serupa, sehingga warga yang tinggal merasakan suatu kenyamanan.

Program utama yang di jalankan adalah ” BERSIH RUMAHKU BERSIH KAMPUNGKU ” yang artinya semua kegiatan lingkungan mulai dari penghijauan, kebersihan, kesehatan dan keindahan dimulai dari rumah warga. Bersihnya rumah warga akan berdampak pada bersihnya wilayah atau kampung, demikian pula penghijauan, kesehatan dan keindahan semua berawal dari rumah warga.

Kegiatan yang dilakukan seperti penghijauan, setiap warga di himbau dan dianjurkan memiliki tanaman minimal 10 tanaman. Jenis tanaman yang dianjurkan meliputi tanaman hias, tanaman sayuran dan buah-buahan atau tanaman lain seperti toga dan tanaman lain bila masih memungkinkan.

Bidang kebersihan tiap pagi hari dan sore warga menyapu depan rumah masing-masing, sedangkan tempat tempat tertentu dilakukan secara bersama melalui jadwal piket khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam dasawisma.

Kebersihan terkait dengan sampah pada umumnya dilakukan upaya reduksi sampah melalui mekanisme Bank Sampah yang pelaksanaannya dilakukan setiap bulan sekali. Upaya yang lain melalui cara mendaur ulang sampah menjadi bentuk kerajinan, namun dari kehidupan sehari-hari mekanisme Bank Sampah (penjualan sampah) yang utama dan dominan di Delapan Dewa.

Proses daur ulang sampah

Bidang kesehatan ibu-ibu kader lingkungan atau pengurus PKK yang membidangi melakukan pengamatan jentik jentik di rumah warga, mensosialisasikan masalah kesehatan di setiap dasawisma saat pertemuan rutin. Bapak bapak setidaknya setahun sekali melakukan pembersihan saluran air atau got. Bapak bapak mencoba inovasi Beru terkait dengan pengendalian nyamuk (jentik2) dan rayap dari bahan alami seperti buah Bintaro, mahoni, puntung rokok dan lainnya.

Bidang keindahan yang dilakukan banyak berkaitan dengan lingkungan secara langsung baik itu yang bersifat menambah, memperbaiki dan penyempurnaan yang sudah ada.

 

Pada tahun ini berkaitan dengan pelaksanaan LGC beberapa hal yang dilakukan selain hal tersebut di atas antara lain : rapat/diskusi warga, latihan yel yel, membuat daur ulang yang bersifat penambahan, kerja bakti, menanam hortikultura dan lainnya.

Bagi warga kampung delapan dewa LGC adalah pemicu perubahan di lingkungan dan kami selalu mendukung program itu, setiap tahun selalu ikut dan mempersiapkan diri sebaik mungkin, perkara jadi pemenang atau tidak kami menyadari itu kewenangan Tim Juri dan meski selama ini belum pernah menjadi yang terbaik di Lamongan Green and Clean (LGC) kami tetap exis menjaga dan tetap menggeliat di lingkungan. Semuanya untuk mimpi kami bersama Mewujudkan sebuah Kampung Sebagai Tempat Hunian Warga yang Nyaman.

INDAHNYA KERUKUNAN DAN KEBERSAMAAN KAMPUNG DELAPAN DEWA RT 03 RW 08 MADE KARYO DESA MADE KECAMATAN LAMONGAN

Suatu lingkungan disamping Pembangunan fisik yang perlu dikerjakan dan di benahi, membangun kerukunan dan kebersamaan diantara warga sangat perlu untuk diperhatikan. Untuk mencapai kehidupan di suatu lingkungan bisa berjalan dengan baik dan seimbang.

Di Kampung Delapan Dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan hal tersebut di atas sudah berjalan sejak lama dan terus terbina dengan baik, disetiap kesempatan seperti saat lomba di bulan Agustus warga diharapkan ikut dengan berbagai bentuk dan model, tidak memandang hadiah apa yang akan didapat yang penting terjadi interaksi dalam masyarakat/warga yang mendukung terjadinya kerukunan dan kebersamaan serta bersifat rekreatif.

Bapak2 tak kalah hebohnya

Disela sela kehidupan sehari-hari berbagai aktivitas warga sering kali ada kegiatan bersama yang berdampak pada kerukunan dan kebersamaan, ditiap malam minggu di pertigaan jalan kampung berkumpul bapak2 dan ibu2 berdiskusi berbagai masalah lingkungan diselingi bernyanyi/karaokean weskipun suara yang keluar tidak seperti penyanyi aslinya suasana semakin meriah penuh gelak tawa bersama 😁😁😁

Di pagi hari setelah kegiatan membersihkan lingkungan, senam bersama,dan lainnya hampir ada ibu yang memasak ala kadarnya untuk dimakan bersamaan…. menambah suasana guyup dan rukun.

Kegiatan seperti itu telah menjadi tradisi yang biasa dilakukan di kampung delapan dewa ” Indahnya Kerukunan dan Kebersamaan ” telah di rasakan, meskipun diakui permasalahan antar warga masih ada dalam kehidupan sehari-hari, namun tidak berpengaruh nyata dalam kehidupan sehari-hari warga kampung delapan dewa.

Bentuk aktivitas lain dari warga kampung delapan dewa yang berdampak pada kerukunan dan kebersamaan masih cukup banyak dan kesemuanya berpengaruh pada kehidupan sehari-hari.

Yang sering dilakukan oleh warga kampung delapan dewa adalah membuat keunikan di acara yang diadakan oleh warga seperti

SSEMOGA TETAP TERJAGA “KERUKUNAN DAN KEBERSAMAAN DI KAMPUNG DELAPAN DEWA ”

 

MEMBANGUN KERUKUNAN DAN KEBERSAMAAN DI KAMPUNG DELAPAN DEWA RT.03 RW.08 MADE KARYO



Tuhan menciptakan alam dan seisinya dengan berpasangan, ada siang ada malam, ada hitam ada putih, ada yang gelap dan yang terang. Hal itu sering kali sebagai pemicu perpecahan dalam kehidupan manusia sehari-hari, di kehidupan manusia tak jarang menimbulkan perpecahan kerukunan dan kebersamaan. Tak ada lagi tradisi para leluhur yang selalu bergotong royong karena hanya faktor perbedaan.

Kampung delapan dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan terletak di Perumnas Made, jumlah warga nya 58 KK terletak di lingkungan atau komplek rumah sangat sederhana. Warga nya berasal dari berbagai kota, sehingga heterogen. Dengan kondisi tersebut tidak menutup kemungkinan dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari terjadi permasalahan.

Permasalahan-permasalahan yang sering timbul di picu oleh strata ekonomi yang berbeda, pendidikan, perbedaan usia dan latar belakang budaya yang berbeda karena berasal dari daerah yang berlainan.

Di kampung delapan dewa dengan adanya LGC, perbedaan yang ada jauh berkurang, semua warga menjalin hubungan kerja sama yang baik, kondisi semakin rukun dan kebersamaan warga pun semakin berkembang dengan baik. Suasana ini terbangun dari pengurus RT yang ada dan para tokoh serta sesepuh kampung yang di tuakan. Program Lamongan Green and Clean (LGC) bermanfaat ganda satu sisi mampu memotivasi masyarakat membangun lingkungan yang baik dan mendorong berkembangnya kerukunan dan kebersamaan antar warga.

Kerukunan dan kebersamaan warga kampung delapan dewa RT 03 RW 08 Made Karyo sampai saat ini masih berjalan dengan baik. Apalagi dalam kondisi kampung mempunyai aktivitas baik itu Agustusan, LGC dan lainnya. Untuk mempersiapkan semuanya seringkali terjadi diskusi antar warga, karena kondisi yang sempit, sering kali semua kegiatan bentuk musyawarah di lakukan di tengah jalan kampung.

Permasalahan kerukunan dan kebersamaan tidak hanya berlaku di aktivitas musyawarah saja, aplikasi kegiatan di lingkungan juga dilakukan dengan penuh kerukunan dan kebersamaan di antara warga. Semuanya dalam rangka untuk mencapai tujuan yang kami impikan atau visi kampung delapan dewa adalah Memujudkan sebuah kampung yang bersih, sehat dan rupawan sebagai tempat hunian warga yang nyaman. Dengan menjalankan atau melaksanakan kegiatan yang utama (misi) yaitu Program Bersih Rumah ku Bersih Kampung ku.

Kampung delapan dewa mempunyai slogan ” BEkerja, SEmangat dan Kompak (BESEK) dan kami punya falsafah dalam membangun lingkungan adalah Aku Rela Tidak Memungut Hasilnya Asalkan Aku Ikut Menabur Benihnya, kami bekerja membangun lingkungan untuk anak cucu kami di kemudian hari.

MEMBANGUN KERUKUNAN DAN KEBERSAMAAN ANTAR WARGA DI KAMPUNG DELAPAN DEWA ADALAH MENJADI SESUATU YANG PENTING.

KAMPUNG DELAPAN DEWA RT.03 RW.08 MADE KARYO DESA MADE KECAMATAN LAMONGAN, KAMI TELAH BERBAGI PENGALAMAN DAN MEMBERIKAN KONTRIBUSI KEPADA SESAMA

Pengalaman mengikuti Lamongan Green and Clean (LGC) sudah 6-7 tahun berjalan, selama itu kami Kampung Delapan Dewa tidak pernah menjadi juara 1,2 atau 3 setidaknya hanya berada di juara harapan, menunjukkan bahwa kami dalam berlomba katogori lingkungan (LGC) masih banyak kekurangan. Namun patut di syukuri tidak pernah juara warga masih tetap kompak dan berkelanjutan memelihara lingkungan.

Seperti yang kami sampaikan, kami belum baik namun kami telah banyak berbagi pengalaman dengan berbagai pihak, semoga semuanya merupakan bentuk kepedulian kami berbagi masalah lingkungan dan bentuk dukungan dan kontribusi kami kepada pemerintah daerah dalam…

Berbagai pengalaman kami kepada sesama pecinta lingkungan antara lain : pernah berbagi dengan Desa Sumurgayam Kecamata Paciran, saat kerkunjung ke Kampung Delapan Dewa. Kami juga berbagi bersama RT di Desa Ploso Wahyu Kecamatan Lamongan baik di Plosowayu atau di kampung kami.

Saat kami berbagi di Desa Plosowayu

Saat Kader Lingkungan Desa Plosowayu di Kampung Delapan Dewa

Kami mendapat undangan dari LSM IDfos Bojonegoro yang bekerja sama dengan Exson Oil dalam pembinaan kader lingkungan di sebuah hotel di Kalitidu.

Tim Delapan Dewa di Kalitidu

Dikesempatan lain beberapa tahun kemudian Tim IDfos mengajak kader lingkungan desa lain ke Kampung Delapan Dewa studi banding tentang lingkungan dan Bank Sampah 

 

Pada kesempatan lain kamipun mendapatkan undangan dari Kepala Desa Lohwayu Kecamatan Dukun Gresik diminta untuk membina dan memotivasi tentang lingkungan kepada warga Lohwayu berdasarkan pengalaman di Kampung Delapan Dewa.

Kelanjutan dari pembinaan tersebut kami di percaya sebagai Tim Penilai Lomba Lingkungan di bulan Agustus masalah kebersihan dan semarak lampu hias di malam hari.

Tim penilai Delapan Dewa

Kamipun mendapatkan undangan dari Kelurahan Kauman Kabupaten Nganjuk yang bermaksud studi banding ke Kampung Delapan Dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan.

Dalam pembuatan karya tulis masalah lingkungan, khususnya kami mendapat kepercayaan dari mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura untuk membuat karya tulis.

 

Dari SMA NEGERI 3 Lamongan 2 kali mengambil lokasi di Kampung Delapan Dewa mengikuti lomba karya tulis.

Dalam penilaian Adalah Kampung Delapan Dewa RT 03 RW 08 Made Karyo Desa Made Kecamatan Lamongan selalu siap menjadi obyek titik pantau dari Tim Adipura.

Tidak hanya sekali Tim Adipura datang ke Kampung Delapan Dewa semoga kami bisa memberikan kontribusi kepada daerah.

Ada lagi bentuk kami berbagi pengalaman dalam mengelola lingkungan, di bulan September mahasiswa Unisla Lamongan yang KKN di Kecamatan Turi mangadakan bentuk seminar masalah lingkungan (sampah) kami diminta sebagai narasumber di Desa Bambang.

Semoga apa yang telah kami lakukan merupakan bentuk pengabdian sebagai warga Lamongan dalam ikut serta mensukseskan Program Kabupaten Lamongan dalam pembangunan lingkungan.